4 Pengaruh Agama Terhadap Kesehatan Mental Umat Muslim

Ilustrasi
Ilustrasi

KLIKKORAN.COM - Manusia adalah makhluk yang tidak bisa tanpa agama. Setiap manusia memiliki rasa keagamaan dan kemampuan untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai agama.

Setiap orang yang bernyawa pasti memiliki apa yang diyakininya dalam hidup, bahkan yang tidak beragama sekalipun. Maka fitrah inilah yang membedakan manusia dari hewan dan ciptaan yang lain.

Fitrah ini jugalah yang mengangkat harkat dan martabat maupun kemuliaan manusia di sisi Tuhan.

Seseorang yang punya Tuhan yang dipercayainya, sekelompok teman yang mendukungnya dalam beribadah, dengan begitu agama akan menjadi pedoman hidup bagi manusia dan memberikan petunjuk ataupun memberikan harapan kepada manusia agar manusia tersebut tetap bertahan dari berbagai cobaan.

Karena Ia yakin ada tuhan yang akan membantunya mencari jalan keluar. Apabila seseorang menyangkutkan alasannya bertahan hidup hanya untuk Tuhan dan bersandar pada Allah.

Dari agama pula manusia mendapatkan petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan termasuk bimbingan atau pengembangan mental yang sehat untuk diri sendiri atau orang lain.

Contohnya saat seseorang beribadah maka ia akan meyakini tentang hal-hal positif dalam pikirannya.

1. Memelihara Fitrah

Manusia dilahirkan dalam keadaan suci bersih dari dosa dan noda. Namun karena manusia mempunyai hawa nafsu atau naluri dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan dan juga ada sebab pihak luar yang senantiasa berusaha menggoda atau menyelewengkan manusia dari kebenaran yaitu setan.

Maka manusia seringkali terjerumus untuk melakukan perbuatan yang dilanggar oleh agama.

Agar manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya dan terhindar dari godaan setan, manusia harus memiliki agama pegangan, sandaran kepada Tuhannya.

Dengan beramal sholeh dan beriman ataupun melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

2. Memelihara Jiwa

Agama sangat menghargai harkat dan martabat dan juga kemuliaan seorang manusia. Dalam memelihara kemuliaan jiwa manusia agama mengharamkan ataupun melarang manusia melakukan penyiksaan, pembunuhan penganiayaan, baik terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain.

3. Memelihara Akal

Dengan akal, manusia memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk. Dapat menerima nilai-nilai agama, mengembangkan ilmu dan teknologi, mengembangkan kebudayaan.

Shares
Berita Terkait

Berita Lainnya

Index